Mengenal Desa Trunyan, Tempat Wisata Ala Lara Croft di Bali

Pecinta game dan film pastilah mengenal sosok Lara Croft yang dikenal sebagai petualang wanita. Tokoh arkeolog yang memiliki darah bangsawan tersebut digambarkan sebagai sosok yang suka mendatangi tempat-tempat tidak biasa. Seandainya tokoh Lara Croft tersebut benar-benar nyata dan ada mungkin dia akan mendatangi juga tempat wisata tidak biasa yang ada di Kintamani, Bangli, Bali yaitu Desa Trunyan.

Terletak tidak jauh dari kawasan Danau Batur dan juga Gunung Batur, desa Trunyan dikenal memiliki sebuah daerah pemakaman yang tidak biasa. Disebut tidak biasa karena cara melakukan pemakaman tidak seperti umumnya yang dilakukan orang tetapi menurut tradisi masyarakat setempat. Seperti kita ketahui bersama bahwa mayoritas penduduk Bali beragama Hindu.

Dimana jika meninggal maka tidak dimakamkan melainkan dikremasi dengan sebuah upacara yang dikenal dengan Ngaben. Masalahnya adalah biaya Ngaben tidak murah dan tidak semua kalangan masyarakat mampu untuk melaksanakannya. Mungkin inilah salah satu penyebab kemudian muncul pemakaman Trunyan yang ramai dikunjungi wisatawan. Inilah beberapa hal menarik tentang Trunyan, Bali.

Fakta-fakta Unik dari Desa Trunyan di Kintamani, Bali

Cara Pemakaman Tanpa Dikubur

Yang sudah umum dan lazim dilakukan adalah saat orang meninggal maka jasadnya akan dimakamkan di dalam tanah. Tetapi tidak seperti itu pemandangan yang akan Anda temui di Desa Trunyan.

Jasad manusia yang meninggal tidak dikuburkan dalam tanah melainkan hanya diletakkan begitu saja di bawah pohon. Kemudian sebagai pemisah sekaligus penanda maka keluarga akan membuat semacam pagar dari bambu mengelilinginya.

Mayat yang Tidak Berbau Busuk

Wisata Trunyan adalah bentuk “petualangan” baru yang di luar panorama indah Pulau Bali. Disana bukan pantai atau gunung yang akan dilihat melainkan adalah pemakaman tradisional masyarakat sekitar yang cukup unik.

Secara nalar mayat yang diletakkan begitu saja di tanah tanpa dikubur seiring dengan berjalannya waktu maka akan menjadi busuk dan mengeluarkan bau. Tetapi di Trunyan jasad-jasad tersebut tidak bau bukan karena hal mistis melainkan karena pohon-pohon yang ada disana.

Ya, di pemakaman tersebut banyak terdapat pohon besar yang mengeluarkan bau wangi sehingga mengaburkan bau busuk dari mayat. Nama dari pohon tersebut adalah Taru Menyan.

Selain mengeluarkan bau yang wangi, akar dari pohon Taru Menyan juga diduga bisa menyerap bau busuk yang berasal dari jasad manusia. Di sinilah salah satu letak keunikan dari pemakaman Trunyan yang membuat banyak turis merasa penasaran.

Sebutan Trunyan Memang Berasal dari Nama Pemakaman

Meskipun biasa disebut dengan desa tetapi sebenarnya sebutan Trunyan itu sendiri berasal dari nama pemakaman yang ada disana. Trunyan memang diambil dari nama “kuburan” masyarakat yang ada di desa tersebut. Kalau Anda pergi kesana maka akan menemukan sebuah papan yang bertuliskan ucapan selamat datang ke kuburan Trunyan.

Pohon yang Berusia Ribuan Tahun

Seperti telah disebutkan diatas tadi bahwa di pemakaman Trunyan terdapat pohon yang bernama Taru Menyan. Menurut penduduk setempat pohon tersebut telah ada sejak ribuan tahun yang lalu.

Hanya saja ada sebuah keunikan karena meskipun sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu nyatanya pohon tersebut tidak menjadi rapuh karena dimakan usia. Hal ini bisa saja dan mungkin terjadi karena tubuh dari jasad manusia yang diletakkan disana akan menjadi humus yang bagus untuk pertumbuhan pohon tersebut.

Ada Syarat Tertentu Untuk Dimakamkan di Trunyan

Keunikan dari wisata ke Trunyan, Bali tidak berhenti pada hal-hal seperti diatas saja. Masih ada lagi hal unik yang lainnya yaitu tentang syarat yang harus dipenuhi untuk bisa dimakamkan di Trunyan tersebut.

Syarat tersebut adalah bahwa orang yang bisa dimakamkan disana harus sudah pernah menikah dan kematiannya terjadi secara wajar. Hanya orang yang memenuhi 2 persyaratan tersebut yang boleh dimakamkan di Trunyan.

Tulang Diletakkan di Bawah Pohon

Jasad manusia yang telah lama meninggal maka akan habis dan hanya meninggalkan tulang saja sebagai sisanya. Setelah menjadi tulang maka akan dikumpulkan menjadi satu dan diletakkan di bawah pohon Taru Menyan. Hal ini bertujuan untuk memberikan tempat kepada jasad baru yang akan dimakamkan disana.

Hanya Untuk Mereka yang Bernyali Besar

Keberadaan Desa Trunyan yang memiliki pemakaman unik tersebut cukup banyak menyedot kunjungan wisatawan. Biasanya mereka yang pergi ke kawasan Danau Batur, Kintamani akan menyempatkan diri naik perahu untuk melihat sendiri pemakaman Trunyan.

Rasa penasaran biasanya yang melatarbelakangi orang datang kesana. Tapi sebaiknya jangan lakukan kalau Anda termasuk orang yang penakut karena paket wisata Trunyan, Bali ini hanya cocok untuk mereka yang memiliki nyali besar.

Bagi beberapa orang mungkin menginjakkan kaki ke kawasan Trunyan sudah cukup membuat bulu kuduk berdiri. Tetapi bagi sebagian orang yang menyukai petualangan datang ke Trunyan bisa menjadi hal yang seru seperti yang dilakukan oleh Lara Croft.

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]
0 Shares
HomeInfoMengenal Desa Trunyan, Tempat Wisata Ala Lara Croft di Bali

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.