Beragam Tarian Tradisional Bali jadi Pertunjukan Wisata yang Tak Boleh Terlewat

Kekhasan Bali memang tidak pernah luput membuat wisatawan terkesan. Bali terkenal dengan keunikan budayanya. Masyarakat Bali sangat menghargai kesenian, banyak warganya yang menekuni dan mempelajari kerajinan dan kesenian. Tarian Bali adalah salah satunya, tarian sering menjadi daya tarik wisata di Bali. Selengkapnya dapat disimak di bawah ini.

Tarian Bali yang Jadi Magnet Wisata Bali

Tari Trunajaya

Tarian ini bercerita tentang usaha seorang lelaki untuk menarik hati seorang wanita. Bila diamati tarian ini punya gerakan yang gagak karena bentuk kaki yang kokoh. Pada perkembangannya tarian ini tidak lagi bisa ditarikan laki-laki, namun perempuan juga bisa jari penarinya.

Tarian dapat dipentaskan dalam beragam acara. Tarian ini memang mengedepankan gerakan menunjukkan sisi jantan dari penari. Iringan musik tarian ini menggunakan gamelan Gong Kebyar. Sehingga memberi kesan yang meriah.

Tari Barong

Tarian ini sudah ada sebelum masuknya agama Hindu. Tarian kuno ini mempunyai makna simbolis tentang pertentangan antara kebaikan yang dilambangkan dengan barong dan kejahatan yang dilambangkan dengan rangda.

Bentuk barong yang ditampilkan ada yang berupa barong macan, barong bangkal, barong gajah, dan lainnya, barong yang paling populer digunakan adalah campuran antara singa, sapi, dan macan.

Penari dari tarian ini kebanyakan ditarikan oleh dua orang lelaki. Penari satu berada di bagian kepala, penari lainnya mengendalikan bagian ekor. Badan dari barong dibuat dari bahan kulit dengan hiasan berupa ukiran khas Bali. Serta ditempeli potongan cermin yang membuatnya berkilau. Bulu barong dibuat dari ijuk atau bulu gagak. Topengnya dari kayu yang berasal dari tempat yang dianggap keramat.

Tari Legong

Pada jaman dahulu tarian ini hanya ditarikan di lingkungan kerajaan. Ciri tarian ini adalah gerakan yang gemulai, gerakan penari akan diiringi alunan gamelan semar pegulingan. Penarinya akan akan menggunakan kipas dalam gerakannya, terkecuali penari dengan tokoh condong. Perkembangan tarian ini menjadikannya muncul dalam beberapa macam seperti legong jobog, legong lasem, legong sudarsana, dan lainnya.

Tari Kecak

Tari ini sudah menjadi tarian yang identik dengan wisata di Bali. Tarian ini mengandung cerita Ramayana yang dipadukan dengan apik. Jumlah penarinya ada banyak dan didominasi laki-laki. Penari yang duduk melingkar melambangkan pasukan kera yang membantu Rama dalam berperang. Nantinya ada penari yang akan berperan menjadi Ramayana.

Keunikan tarian ini yakni perpaduan gerakan tangan dan suara lantang berbunyi ‘cak’. Suara yang dihasilkan berkesan sangat banyak, lebih banyak dari orang yang menarikannya. Kekhasan tarian dan bunyi inilah yang membuat para wisatawan terkesan.

Tari Pendet

Tarian ini semula ditarikan di pura sebagai lambang pemujaan. Tarian ini merupakan tarian yang dibuat sebagai bentuk penyambutan para dewa yang datang ke dunia. Lalu kesakralan tarian ini diubah menjadi bentuk tarian penyambutan. Kini tarian pendet sudah sangat terkenal dan dipentaskan dalam beragam acara.

Tari Baris

Sama halnya dengan namanya, tarian ini memang ditarikan dalam posisi berbaris. Tarian ini pada awalnya termasuk tarian ritual, lalu berkembang menjadi tarian hiburan. Gerakan tarian ini nampak seperti seorang pahlawan yang sedang melakukan peperangan. Tarian ini menceritakan kegagahan ksatria Bali yang berperang demi rajanya.

Penarinya berjumlah 8-40 orang yang kebanyakan terdiri dari para lelaki. Penari akan menggunakan kostum yang terdiri dari celana panjang, lamak, awir, badog, dan lainnya. kostum penari untuk tarian ini akan berbeda pada tiap daerah. Pada beberapa kesempatan tarian ini dimasukkan sebagai tarian sakral saat upacara suci atau perayaan khusus.

Tari Janger

Tari Janger berawal dari nyanyian bersahutan dari para pemetik kopi. Tujuannya untuk melepas rasa lelah ketika memetik kopi. Berasal dari nyanyian tersebut, muncullah inspirasi untuk menarikan tarian Janger. Penarinya terdiri dari 10-16 orang penari yang saling berpasangan. Tarian ini termasuk tarian untuk memeriahkan suatu acara hiburan atau upacara tertentu.

Tari Wirayudha

Tarian ini bertema peperangan, yang mengutamakan gerakan yang gagah khas prajurit kerajaan. Tarian ini dilakukan oleh 2 hingga 4 orang penari laki-laki yang menari dengan menggunakan tombak. Para penari nantinya akan menggunakan hiasan kepala berupa udeng-udengan saat menarikan tarian ini. Tarian ini termasuk tarian kreasi yang modern yang dibuat pada tahun 1979.

Tari Puspanjali

Tarian ini merupakan tarian untuk menyambut para tamu kehormatan. Tarian ini ditarikan sekumpulan penari wanita berjumlah 5-7 orang yang membawa bokoran berisi kelopak bunga. Gerakan tari ini menggabungkan gerakan yang lembut dan dinamis. Tarian ini terinspirasi dari tarian rejang. Para penari bergerak seakan mendatangi tetamunya dengan penuh rasa hormat. Tarian ini dilakukan saat acara istimewa.

Tarian Bali sangat beragam, wisatawan dapat menyaksikan bermacam pertunjukan tari yang ada di Bali. Tariannya antara lain tari Janger, tari kecak, tari barong, tari pendet, dan lainnya. Tiap tarian punya gerakan yang khas, serta mengandung cerita. Beberapa tarian merupakan tarian hiburan. Namun ada juga tarian yang mengandung unsur sakral di dalam gerakannya.

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]
0 Shares
HomeInfoBeragam Tarian Tradisional Bali jadi Pertunjukan Wisata yang Tak Boleh Terlewat

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.