6 Destinasi Museum Seni Sarat Nilai Budaya di Bali

Saat traveling, penting bagi kita untuk memahami sejarah suatu tempat. Untuk hal tersebut, museum adalah tempat terbaik yang dapat dikunjungi. Sebab, museum dipenuhi oleh benda-benda seni, artefak, serta item budaya. Apalagi jika Anda berkunjung ke Bali yang sangat kaya nilai budaya.

Yuk, cari tahu deretan museum keren yang ada di Bali.

Museum di Denpasar

Bajra Sandhi

Berdiri persis di tengah taman, Museum Bajra Sandhi menampilkan arsitektur Bali yang spektakuler dan artistik. Terletak di pusat kota Denpasar, di sini Anda bisa mempelajari tentang sejarah dan budaya Bali. Di dalamnya banyak terdapat diorama yang menggambarkan peristiwa politik dan ekonomi Bali sejak ribuan tahun lalu.

Salah satu koleksi penting di museum ini adalah Bajra, yang paling sering digunakan oleh para pendeta Hindu ketika melantunkan mantra Weda, selama upacara keagamaan berlangsung. Ada pula Monumen Perjuangan Bali dengan arsitektur dan ukiran detail yang menjadi bagian penting dari museum.

Museum Bali

Seperti Bajra Sandhi, museum ini juga terletak di Denpasar dan memang tidak begitu sering dikunjungi oleh wisatawan. Museum ini merupakan pusat warisan yang menggambarkan tentang budaya dan sejarah Bali. Dibangun pada awal tahun 1930-an, Museum Bali memiliki empat struktur utama.

Di Tabanan, pengunjung dapat melihat alat musik dan topeng teatrikal. Di Karangasem, ada pajangan lukisan dan patung. Sementara, jika Anda tertarik dengan industri tekstil lokal dan sejarahnya, maka bisa melihatnya di Buleleng. Sedangkan, bagi yang berminat dengan artefak arkeologi, maka bisa menemukannya di Timur.

Le Mayeur

Le Mayeur dulunya merupakan rumah pelukis yang bernama Adrien-Jean Le Mayeur de Merpes. Menghadap langsung ke Pantai Sanur, museum ini memiliki arsitektur Bali dengan daun jendela yang menggambarkan kisah Ramayana. Terdapat lima kamar di dalamnya, masing-masing menceritakan tentang Ni Pollok yang dicintai Le Mayeur.

Di dalamnya terdapat koleksi yang mencerminkan cinta dan dedikasi Le Mayeur untuk seni dan wanita. Ada ruang studio, ruang belajar, ruang baca, beberapa kamar tidur dan ruang rias Ni Pollok. Beberapa koleksinya yang terkenal adalah lukisan Di Kolam Teratai, Gadis-Gadis di Pantai, Taman di Sanur, Festival Kuil di Bali, dan masih banyak lagi.

Museum di Ubud

Agung Rai Museum of Art (ARMA)

Didirikan pada tahun 1996 oleh Agung Rai, seorang Bali yang berkomitmen untuk melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya Bali, museum ini tidak hanya menjadi wadah koleksi karya seni, tetapi juga tempat untuk mengembangkan seni lukis, patung, tari, musik, dan bentuk seni budaya lainnya.

Di antaranya termasuk Koleksi Kamasan klasik pada kulit pohon, mahakarya seniman Batuan dari tahun 1930-an dan 1940-an, dan di Bali merupakan satu-satunya karya seniman Jawa, Raden Saleh dan Syarif Bustaman, dari abad ke-19. ARMA adalah salah satu museum terbaik untuk mempelajari perkembangan seni di Bali dari masa ke masa.

Karya yang paling populer di sini adalah dari empu Bali I Gusti Nyoman Lempad, Ida Bagus Made, Anak Agung Gede Sobrat, dan I Gusti Made Deblog. Di sini bukan museum biasa, melainkan napak tilas sejarah seni Bali.

Neka Art Museum

Neka Art Museum adalah museum seni di Ubud yang dibangun pada tahun 1976. Di sini banyak terdapat karya seni tentang perkembangan seni visual Bali yang bisa Anda pelajari. Koleksinya tersebar di berbagai paviliun di dalam museum. Pendiri museum adalah Pande Wayan Suteja Neka, yang namanya diabadikan sebagai nama museum.

Di dalamnya terdapat banyak paviliun untuk koleksi seni. Paviliun Lempad berisi koleksi lukisan unik karya pematung dan arsitek Bali, I Gusti Nyoman Lempad. Paviliun Arie Smit didirikan untuk menghormati Adrianus Wilhelmus Smit, pelukis kelahiran Belanda yang mengembangkan seni di Ubud.

Masih banyak lagi paviliun lainnya yang berisi koleksi karya para seniman kenamaan Bali. Selain itu, di sini juga menampilkan koleksi keris tradisional di salah satu paviliun. Keris-keris tersebut berhasil dikumpulkan oleh sang pendiri museum, sejumlah 272 belati.

Setia Darma

Didirikan pada tahun 2006, Setia Darma House of Masks and Puppets menyimpan berbagai jenis topeng dan boneka dari berbagai daerah di Indonesia dan seluruh dunia. Tempatnya seluas lebih dari 1 hektar lahan yang terletak di Ubud, dikelilingi sawah, taman-taman tropis, dan desa tradisional Bali.

Area di luar pameran disediakan untuk disewa. Tempatnya cocok untuk pertunjukan, pelatihan, aktivitas berkelompok, dan syuting. Museumnya sendiri memiliki koleksi lebih dari 1.300 topeng dan 5.700 boneka, termasuk wayang kulit yang detailnya rumit, wayang golek, dan topeng untuk tarian.

Topeng-topeng tersebut dikumpulkan dari Indonesia, Afrika, dan Jepang. Sementara, wayangnya berasal dari Indonesia, China, Malaysia, Thailand, Myanmar, dan Kamboja. Setiap topeng memiliki cerita di baliknya. Beberapa topeng menggambarkan semangat nyata karakter Bali yang berani dan flamboyan.

Nah, museum mana saja yang pernah Anda kunjungi?

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.